7 Penyebab Tumor Otak yang Harus Diwaspadai

Tumor otak adalah kumpulan, atau massa, sel-sel yang tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali di dalam atau di sekitar otak. Tumor otak bisa bersifat kanker (ganas) atau bukan kanker (jinak). Ketika tumor jinak maupun ganas tumbuh, tekanan di dalam tengkorak pun meningkat. Ini dapat menyebabkan kerusakan otak, bahkan mengancam jiwa. Oleh karenanya, kenali gejala tumor otak agar terhindar dari kemungkinan terburuk.Ada pemahaman salah kaprah mengenai tumor dan kanker. Tumor otak selalu diidentikkan dengan kanker karena beberapa orang yang mengidap tumor di otaknya berubah menjadi kanker.

Padahal kenyataannya, tumor di otak tidak selalu menyebabkan kanker.Sebenarnya, terdapat dua kategori tumor otak, yakni primer atau sekunder. Tumor otak primer berasal dari otak. Kasus terbanyak yakni tumor otak primer jinak.

Sementara tumor otak sekunder, atau yang dikenal sebagai tumor otak metastasis, terjadi ketika sel-sel kanker menyebar dari organ seperti paru-paru atau payudara, yang menjalar ke otak.
Gejala yang dialami pengidap tumor otak tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Pada beberapa kasus, tumor menyebabkan kerusakan langsung dengan menyerang jaringan otak dan ada yang menyebabkan tekanan pada otak di sekitarnya.

Apabila penderita tumor otak tidak segera ditangani dengan tepat, kondisinya bisa menjadi serius. Tumor otak jinak biasanya tidak akan menyebar dan hanya diam di satu tempat saja, berbeda dengan tumor otak ganas yang bisa menyebar, memberikan tekanan pada kepala, dan merusak area otak. Oleh sebab itu, pengobatan yang dilakukan disesuaikan berdasarkan jenis, ukuran, dan lokasi tumor itu berada.

Adapun gejala seseorang mengidap tumor otak, antara lain sering mual dan muntah; penglihatan kabur; kejang-kejang; perubahan kondisi mental; kehilangan daya ingat; penurunan fungsi indera pendengaran, perasa, atau penciuman; kesulitan menelan; sering vertigo; tremor; kehilangan keseimbangan dan sulit berjalan; mati rasa atau kesemutan di satu sisi tubuh.

Selain itu, perubahan suasana hati, kepribadian, emosi, dan perilaku; kesulitan berbicara atau memahami perkataan orang lain; lemah otot wajah, lengan, atau kaki. Meski sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab pasti tumor otak, tetapi faktor genetik dan efek samping paparan kimia diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tumor otak.

Sebelum mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya mengenal faktor-faktor terbentuknya tumor otak. Berikut 7 kondisi yang menjadi penyebab atau gejala tumor otak.

Obesitas

Sekitar 2 persen dari tumor otak diperkirakan disebabkan oleh kegemukan. Terdapat bukti bahwa orang yang kelebihan berat badan memiliki peningkatan risiko mengembangkan tumor otak berjenis meningioma. Ada juga beberapa kasus pada anak-anak yang lahir dengan berat lebih dari 4 kilogram berisiko tinggi terkena tumor otak jenis astrocytoma atau tumor embrional.

Faktor keturunan

Sekitar 5-10 persen pengidap tumor otak dipengaruhi oleh faktor genetik atau turun-temurun dari keluarganya. Meskipun pengidap tumor otak yang diwariskan secara genetik terbilang jarang, namun tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter jika terdapat anggota keluarga Anda terdiagnosis menderita tumor otak. Dokter mungkin akan merujuk Anda pada konselor genetik.

Usia

Sebenarnya tumor otak bisa muncul pada usia berapa pun. Balita hingga usia remaja pun rentan terhadap penyakit ini. Akan tetapi, risiko terkena akan meningkat saat usia bertambah karena tumor otak lebih mudah terjadi pada manula, terutama berusia 65-75 tahun ke atas.

Paparan radiasi

Sekitar satu persen tumor otak diperkirakan disebabkan oleh radiasi pengion. Radiasi pengion termasuk sinar-X dan sinar gamma, seperti yang digunakan dalam X-ray, CT scan, atau radioterapi. Orang yang sering terkena paparan radiasi tersebut memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak, termasuk penyintas bom atom atau nuklir.

Radiasi tertentu bisa memengaruhi manusia dan terkena radiasi di tempat kerja atau menjalani terapi radiasi bisa menjadi penyebab tumor otak. Kita tahu bahwa radiasi pengion meningkatkan risiko berkembangnya tumor, sehingga risiko berkembangnya meningioma atau glioma akan lebih tinggi jika melakukan radioterapi ke kepala apalagi masih anak-anak terutama balita.

Sementara gelombang radiasi yang berasal dari menara listrik, ponsel, dan microwave belum terbukti terkait sebagai penyebab tumor otak. Radiasi dari pancaran menara listrik dan ponsel yang berdampak pada tumor otak masih dilakukan penelitian lebih lanjut.

Pengidap HIV/AIDS

Orang dengan HIV atau AIDS berisiko terkena tumor otak berjenis limfoma SSP. Meski belum diketahui alasan pastinya, kemungkinan tumbuhnya tumor jenis ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh melemah, terutama pada tahap lanjut atau fase akhir HIV/AIDS. Dalam hampir semua kasus limfoma SSP, ditemukan virus yang disebut virus Epstein-Barr.

Memiliki riwayat kanker

Menurut penelitian, munculnya tumor otak juga dipengaruhi oleh riwayat kanker yang pernah diidap sebelumnya, seperti limfoma non-Hodgkin, leukemia, melanoma, kanker tiroid atau prostat.

Tidak pernah terkena cacar air

Menurut American Brain Tumor Association, orang-orang dengan riwayat cacar air pada masa kanak-kanak mempunyai risiko lebih kecil terkena tumor otak. Peneliti menemukan 21 persen orang yang memiliki riwayat positif cacar air mengalami penurunan risiko terkena kanker otak jenis glioma.

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa relevansi antara keduanya bukanlah hal yang kebetulan. Di masa mendatang, para ilmuwan berencana meneliti dan menerapkan vaksin cacar air untuk penelitian kanker otak.

Itulah 7 kondisi penyebab tumor otak. Bila Anda atau kerabat memiliki faktor-faktor penyebab seperti yang disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan segera.

About the Author: Mr. Alvharezky

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *